Analisis Korelasi dan Regresi Parameter Meteorologis dengan Indeks Kualitas Udara di Yogyakarta
Contributors
Adam Rus Nugroho
Winda
Keywords
Proceeding
Track
Paper Prosiding Seminar
License
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Meskipun banyak referensi yang menyatakan terdapat hubungan antara parameter-parameter meteorologis terhadap parameter-parameter kualitas udara, belum ada bukti ilmiah untuk menyatakan hubungan tersebut di atmosfer Yogyakarta. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba mengeksplorasi hubungan antara data kualitas udara dengan data parameter meteorologi di daerah Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara parameter meteorologis (suhu, curah hujan, dan kelembapan) terhadap Indeks Kualitas Udara (AQI) dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Yogyakarta dan Sleman menggunakan analisis korelasi dan regresi linier. Data yang digunakan merupakan data sekunder bulanan dari stasiun pemantauan kualitas udara dan badan meteorologi setempat selama periode 2022 hingga 2024. Analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter curah hujan lebih cenderung berkorelasi negatif secara signifikan dengan parameter partikulat, baik PM10 (R = -0,601) maupun PM2.5 (R = -0,604). Sementara itu, parameter suhu lebih cenderung berkorelasi secara signifikan dengan parameter gas, yakni SO2 (R = 0,509), CO (R = -0,496), dan O3 (R = 0,583). Di sisi lain, parameter kelembapan memiliki korelasi yang signifikan terhadap parameter partikulat, NO2, dan AQI, namun korelasi semua parameter tersebut tergolong lemah (R < 0,45). Hasil evaluasi model regresi linier menunjukkan bahwa parameter meteorologis dapat menjelaskan sebagian variasi dalam data AQI dan ISPU, dengan koefisien determinasi (R2) berada pada rentang 0,092–0,365 dan nilai Root Mean Square Error (RMSE) pada rentang 5,62–17,77. Berdasarkan evaluasi model, disimpulkan bahwa tingkat akurasi tertinggi dicapai oleh model ISPU PM10 yang diprediksi oleh curah hujan, dengan nilai R2 = 0,361 dan RMSE = 5,62.