Analisis Dispersi Ozon (O3) Udara Ambien di Kawasan Budaya, Kota Yogyakarta Menggunakan AERMOD


Date Published : 1 November 2025

Contributors

Muhammad Galung Al Samoud

Author

Noviani Ima Wantoputri

Co-author

Ana Uswatun Hasanah

Co-author

Keywords

AERMOD dispersi model emisi kendaraan ozon

Proceeding

Track

Paper Prosiding Seminar

License

Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL)

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Yogyakarta menunjukkan tren yang signifikan dan diiringi dengan peningkatan aktivitas kendaraan bermotor, terutama di kawasan budaya. Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas udara, salah satunya ditunjukkan oleh meningkatnya konsentrasi ozon (O3). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai beban emisi perkusor ozon (O3), mengukur secara aktual polutan ozon (O3) menggunakan instrumen impinger, dan memodelkan pola dispersi ozon (O3) menggunakan perangkat lunak AERMOD. Inventarisasi emisi dilakukan pada 10 ruas jalan yang menjadi lokasi penelitian dengan menggunakan data volume kendaraan dan karakteristik jalan. Hasil perhitungan dari beban emisi perkusor yaitu NOx dan CO menunjukkan bahwa beban emisi ozon (O3) tertinggi terdapat pada Jalan Brigjen Katamso, yaitu sebesar 21,639 gram/detik. Konsentrasi ozon (O3) aktual yang diukur menunjukkan nilai 18,73 μg/m³ dan 22,63 μg/m³ pada dua titik pengamatan di Jalan Bantul dan Jalan DI Panjaitan, sedangkan hasil pemodelan menunjukkan konsentrasi sebesar 27,18 μg/m³ dan 53,01 μg/m³ pada kedua titik yg mendekati titik aktual pengujian. Pola dispersi ozon (O3) sejalan dengan arah angin dominan menuju tenggara dengan kecepatan rata-rata 1,91 m/s. Hasil validasi model menunjukkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 24,45 μg/m³, yang merepresentasikan adanya deviasi yang masih cukup tinggi antara hasil pengukuran dan pemodelan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah titik pengambilan sampel yang lebih banyak serta pengaturan waktu pengambilan data yang lebih tepat untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan representatif.

References

Ambarsari, N., Komala, N., Budiyono, A., (2010). Pengaruh karbon monoksida terhadap ozon permukaan. Widyariset, 13(3), 59–64.
Ambarsari, N. (2015). Efek radikal hydroxyl (OH) dan nitric oxide (NO) dalam reaksi kimia ozon di atmosfer. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, 16(2), 47–54.
Dwiki Likuisa, M. S. H. A. (2019). Sistem pemantau kualitas udara berbasis Internet of Things [Skripsi]. Universitas Hasanuddin.
Ersa, N. S., Akbar, S. J., Fadhliani, F., Akbar, T. I. S., & Ikhwali, M. F. (2023). Analisis beban emisi pencemaran udara akibat aktivitas transportasi kendaraan bermotor di Jalan Keude Cunda, Kota Lhokseumawe. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 13(2), 391–399. https://doi.org/10.29103/tj.v13i2.898.
Gonzalez, A., Mallia, D., Lin, J. C., Mitchell, L., Wilmot, T. Y., Daher, N., Sghiatti, M., & Harkins, C. (2024). Examining the sensitivity of ozone to NOx and VOCs in the Salt Lake City urban region from spatiotemporal patterns observed using stationary and mobile observations collected from a light-rail public transit platform. Atmospheric Environment, 334, 120686. https://doi.org/10.1016/j.atmosenv.2024.120686
Indra, O., Iqbah, P., Wiliams, M., Saputro, M. J., & Waluya, U. M. (2024). Analisis kualitas udara menggunakan pendekatan sanitasi lingkungan di Kota Kendari. JIRK: Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(1), 55–62.
Iriani, L., & Pribadi, D. A. (2023). Analisis sebaran konsentrasi PM₂.₅ menggunakan model AERMOD di jalur protokol Kota Bogor. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 8(3), 213–222. https://doi.org/10.29244/jsil.8.3.213-222
Ismahani, R., Anurogo, D. W., & Kunci, K. (2022). Pemodelan AERMOD untuk proyeksi pola penyebaran emisi heat recovery steam generator PT X dan PT Y. Indonesian Journal of Conservation, 11(2), 51–63. https://doi.org/10.15294/ijc.v11i2.37953
Leksmono, N. S., Longhurst, J. W. S., Ling, K. A., Chatterton, T. J., Fisher, B. E. A., & Irwin, J. G. (2006). Assessment of the relationship between industrial and traffic sources contributing to air quality objective exceedances: A theoretical modelling exercise. Environmental Modelling & Software, 21(4), 494–500. https://doi.org/10.1016/j.envsoft.2004.07.012
Otero, N., Sillmann, J., Schnell, J. L., Rust, H. W., & Butler, T. (2016). Synoptic and meteorological drivers of extreme ozone concentrations over Europe. Environmental Research Letters, 11(2), 024005. https://doi.org/10.1088/1748-9326/11/2/024005
Platikanov, S., Terrado, M., Pay, M. T., Soret, A., & Tauler, R. (2022). Understanding temporal and spatial changes of O₃ or NO₂ concentrations combining multivariate data analysis methods and air quality transport models. Science of the Total Environment, 806, 150923. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2021.150923
Qonitan, F. D. (2018). Pengaruh fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) terhadap peningkatan ozon troposferik di Indonesia. Jurnal Rekayasa Hijau, 2(3), 115–124. https://doi.org/10.26760/jrh.v2i3.2508
Sasmita, A., Andrio, D., & Hasiubuan, P. (2019). Pemetaan sebaran partikulat dari pembakaran limbah padat industri pengolahan sawit di Kabupaten Kampar, Riau. Jurnal Sains dan Teknologi, 2(1), 57–67.
Silo, K., Fandani, S. T., Sulistiyowati, H., & Setiawan, R. (2019). Tingkat pencemaran udara di Desa Silo dan Pace berdasarkan bioindikator lichen. LIPI Pusat Limnologi. http://limnologi.lipi.go.id/katalog/index.php/searchkat
Sulistiyono, A., Hartanto, H., Fathuroyan, F., Saputra, D., & Arifin, I. B. (2019). Studi profil ozon permukaan (O₃) dan gas monoksida (CO) antara Kota Bandung dan Bukit Kototabang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 239–247. https://doi.org/10.14710/jil.17.2.239-244
Masdat, D.W., Putra, Y.S., & Adriat, R. (2022). Keterkaitan karbon monoksida (CO) terhadap ozon permukaan (O₃) di wilayah Kalimantan Barat. Prisma Fisika, 10(3), 251–258.
Yoo, J. M., Lee, Y. R., Kim, D., Jeong, M. J., Stockwell, W. R., Kundu, P. K., Oh, S. M., Shin, D. B., & Lee, S. J. (2014). New indices for wet scavenging of air pollutants (O₃, CO, NO₂, SO₂, and PM₁₀) by summertime rain. Atmospheric Environment, 82, 226–237. https://doi.org/10.1016/j.atmosenv.2013.10.022
Zhao, Y., Li, Y., Kumar, A., Ying, Q., Vandenberghe, F., & Kleeman, M. J. (2022). Separately resolving NOx and VOC contributions to ozone formation. Atmospheric Environment, 285, 119224. https://doi.org/10.1016/j.atmosenv.2022.119224

Downloads

How to Cite

Al Samoud, M. G., Wantoputri, N. I., & Hasanah, A. U. (2025). Analisis Dispersi Ozon (O3) Udara Ambien di Kawasan Budaya, Kota Yogyakarta Menggunakan AERMOD. Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL), 1, 111-125. https://conference.uii.ac.id/sntl/paper/view/151