Analisis Kualitas Udara pada Industri Pertambangan: Studi Kasus Industri Pertambangan X di Maluku Utara


Date Published : 1 November 2025

Contributors

Mohammad Dhasyriel Ghazaly

Author

Eko Siswoyo

Co-author

Keywords

emisi cerobong industri pertambangan kualitas udara Maluku Utara udara ambien

Proceeding

Track

Paper Prosiding Seminar

License

Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL)

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Pertumbuhan industri pertambangan di Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku Utara, memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional, namun juga menimbulkan dampak potensial terhadap kualitas lingkungan, terutama pada kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara di salah satu lingkungan industri pertambangan nikel di Maluku Utara melalui pengukuran emisi cerobong dan kualitas udara ambien. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi deskriptif dengan menggambarkan kondisi keberlanjutan dan aspek lingkungan di industri pertambangan dengan teknik pengambilan sampel di lakukan secara purposive. Hasil pengujian emisi Smelter berdasarkan  regulasi PermenLHK No. 4/2014 masih berada di bawah baku mutu : SO2 222,8 - 293,5 mg/Nm3 (baku mutu 700 mg/Nm3) NOx 272,9 - 611,6 mg/Nm3 (baku mutu 800 mg/Nm3) Partikulat 16,1 - 19,3 mg/Nm3 (baku mutu 150 mg/Nm3) Opasitas <10 % (baku mutu 20%). Emisi PLTU berdasarkan  regulasi PermenLHK No. P.15/2019 juga masih berada di bawah baku mutu : SO2 100,3 mg/Nm3 (baku mutu 200 mg/Nm3) NOx 158,68 mg/Nm3 (baku mutu 200 mg/Nm3) Partikulat 19,5 mg/Nm3 (baku mutu 50 mg/Nm3) Merkuri 0,0003 mg/Nm3 (baku Mutu 0,03 mg/Nm3). Udara ambien juga memenuhi standar berdasarkan regulasi PP No. 22/2021 Lampiran VII dengan SO₂ <30–32 µg/Nm³ (baku mutu 150 µg/Nm³), NO₂ 17–26 µg/Nm³ (baku mutu 200 µg/Nm³), CO <1100 µg/Nm³ (baku mutu 10.000 µg/Nm³), PM₁₀ 35,2–60,7 µg/Nm³ (baku mutu 75 µg/Nm³), PM₂,₅ 25,2–33,1 µg/Nm³ (baku mutu 55 µg/Nm³), dan Pb <0,1 µg/Nm³ (baku mutu 2 µg/Nm³). Pengukuran udara ambien di empat lokasi pemantauan juga mengindikasikan bahwa emisi industri smelter dan PLTU berkontribusi terhadap penyebaran polutan, meskipun masih dalam ambang batas yang diizinkan regulasi. Penerapan alat pengendali emisi Electrostatic Precipitator (efisiensi 99%) dan Flue Gas Desulfurization (efisiensi 95%) terbukti efektif menekan emisi. Secara keseluruhan, kualitas udara di kawasan industri pertambangan nikel masih memenuhi baku mutu, meskipun pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan.

References

Anwar, F.S., Mallongi, A., & Maidin, M.A. (2019). Kualitas Udara Ambien CO Dan TSP di Permukiman Sekitar Kawasan Industri PT. Semen Tonasa. JKMM: Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim, 2(2), 84–92. https://doi.org/10.30597/jkmm.v2i1.10060
Brook, R.D., Rajagopalan, S., Pope, C.A., Brook, J.R., Bhatnagar, A., Diez-Roux, A.V., et al. (2010). Particulate matter air pollution and cardiovascular disease: an update to the scientific statement from the American Heart Association. Circulation, 121(21), 2331–2378. https://doi.org/10.1161/CIR.0b013e3181dbece1
Fitriyanti, R. (2016). Pertambangan Batubara: Dampak Lingkungan, Sosial dan Ekonomi. Jurnal Redoks, 1:1, 34–40. https://doi.org/10.31851/redoks.v1i1.2017
Ghose, M. K., & Majee, S. R. (2007). Characteristics of hazardous airborne dust around an Indian surface coal mining area. Environmental Monitoring and Assessment, 130(1), 17-25.
Hendryx, M., Zullig, K.J., & Luo, J. (2020). Impacts of Coal Use on Health. Annual Review of Public Health, 2:41, 397–415. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth
Hoffmann, B., Boogaard, H., de Nazelle, A., Andersen, Z.J., Abramson, M., Brauer, M., et al. (2021). WHO air quality guidelines 2021 – aiming for healthier air for all: a joint statement by medical, public health, scientific societies and patient representative organisations. International Journal of Public Health, 66, 1604465. https://doi.org/10.3389/ijph.2021. 1604465
Lelieveld, J., Klingmüller, K., Pozzer, A., Burnett, R. T., Haines, A., & Ramanathan, V. (2019). Effects of fossil fuel and total anthropogenic emission removal on public health and climate. Proceedings of the National Academy of Sciences, 116(15), 7192–7197.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. (2019). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.15/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2019 Tentang Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik Tenaga Termal.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup. (2014). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pertambangan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pirhadi, M., Mousavi, A., & Sioutas, C. (2020). Evaluation of a high flow rate electrostatic precipitator (ESP) as a particulate matter (PM) collector for toxicity studies. Science of the Total Environment, 739, 140060. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.140060
Rahma, N. (2021). Dampak Pertambangan Batu Bara Pada Kesehatan Lingkungan: A Systematic Review. Health Safety Environment Journal, 2(2). https://ejournal.upnvj.ac.id/HSE/article/ view/4455
SNI 19-7117-10-2005. (2005). Emisi gas buang - sumber tidak bergerak bagian 10 : Cara uji konsentrasi CO, CO2, dan O2 dengan peralatan analisis otomatik.
SNI 19-7117-11-2005. (2005). Emisi gas buang - sumber tidak bergerak bagian 11 : Cara uji opasitas menggunakan skala Ringelmann untuk asap hitam.
SNI 7117-17-2009. (2009). Emisi gas buang sumber tidak bergerak bagian 17 : Penentuan kadar partikulat secara isokinetis.
SNI 7117-20-2009. (2009). Emisi gas buang sumber tidak bergerak bagian 20 : Penentuan kadar logam.
SNI 7119-2-2017. (2017). Udara ambien bagian 2 : Cara uji kadar nitrogen dioksin NO2 dengan metode griess saltzman menggunakan spektrofotometer.
SNI 7119-3-2017. (2017). Udara ambien bagian 3 : Cara uji partikel tersuspensi total menggunakan peralatan HVAS dengan gravimetri.
SNI 7119.4:2017. (2017). Udara ambien – Bagian 4 : Cara uji kadar timbal (Pb) dengan metoda destruksi cara basah menggunakan spektrofotometer serapan atom.
SNI 7119-7-2017. (2017). Udara ambien bagian 7 : Cara uji kadar sulfur dioksida SO2 dengan metoda pararosanilin menggunakan spektrofotometer.
SNI 7119-8-2017. (2017). Udara ambien bagian 8 : Cara uji kadar oksidan dengan metode neutral buffer kalium iodida menggunakan spektrofotometer.
SNI 7119-10-2011. (2011). Udara ambien bagian 10 : Cara uji kadar karbon monoksida CO menggunakan metode non dispersive infra red.
SNI 7119-13-2009. (2009). Udara ambien bagian 13 : Cara uji hidrokarbon menggunakan hydrocarbon analyzer dengan detektor ionisasi nyala.
SNI 7119-14-2016. (2016). Udara ambien bagian 14 : Cara uji partikel dengan ukuran PM2,5 menggunakan HVAS dengan metode gravimetri.
SNI 7119-15-2016. (2016). Udara ambien bagian 15 : Cara uji partikel dengan ukuran PM10 menggunakan HVAS dengan metode gravimetri.
Srivastava, R. K., & Jozewicz, W. (2001). Flue gas desulfurization: the state of the art. Journal of the Air & Waste Management Association, 51(12), 1676–1688. https://doi.org/10.1080/ 10473289.2001.10464387
Sukana, B. , Lestary, H. , & Hananto, M. (2013). Kajian kasus ispa pada lingkungan pertambangan batu bara di kabupaten muara enim, sumatera selatan. Indonesian.
United States Environmental Protection Agency (EPA) (2022). Air emissions and regulations for industrial facilities. https://www.epa.gov
Xiao, Q., Geng, G., Liang, F., Wang, X., Lv, Z., Lei, Y., Huang, X., Zhang, Q., Liu, Y., & He, K. (2020). Changes in spatial patterns of PM2.5 pollution in China 2000-2018: Impact of clean air policies. Environment International, 141(105776). https://doi.org/10.1016/j.envint. 2020.105776

Downloads

How to Cite

Ghazaly, M. D., & Siswoyo, E. (2025). Analisis Kualitas Udara pada Industri Pertambangan: Studi Kasus Industri Pertambangan X di Maluku Utara. Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL), 1, 126-136. https://conference.uii.ac.id/sntl/paper/view/175