Analisa Kandungan Logam Berat Sebagai Indikator Potensi Pencemaran Pada Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur
Contributors
Yuvita Dian Siswanti
Rohimatush Shofiyah
Arief Alihudien
Melda Hersita
Krisna Yuwana Nugraha
Keywords
Proceeding
Track
Paper Prosiding Seminar
License
Copyright (c) 2026 Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Pada bulan November 2006 semburan lumpur panas yang diakibatkan dari kegiatan seismic dan eksplorasi minyak dan gas bumi telah menutupi sekitar 250 hektar tanah, termasuk tujuh desa, sawah, perkebunan tebu, dan saluran-saluran irigasi, serta telah mengganggu jalur transportasi. Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 27 September 2006, salah satu skenario pengendalian lumpur adalah mengalirkan lumpur ke sungai terdekat untuk mengantisipasi jebolnya tanggul yang dapat membahayakan keselamatan penduduk dan merusak infrastruktur di sekitarnya. Namun pada kenyataannya, lumpur tersebut langsung dibuang ke sungai atau badan air penerima lainnya tanpa pengolahan terlebih dahulu. Hal ini tentu akan menimbulkan dampak terhadap ekosistem air, membahayakan kesehatan masyarakat sekitar, mempengaruhi budidaya tambak udang, ikan, serta produksi garam yang berada di muara sungai tersebut. Lumpur Lapindo sendiri mengandung berbagai unsur kimia yang berpotensi mencemari lingkungan, termasuk logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat terlarut, khususnya tembaga (Cu), besi (Fe), dan mangan (Mn), pada sistem perairan yang terdampak aktivitas pembuangan lumpur Lapindo di wilayah Sungai Porong, Sidoarjo. Adapun Sampel air diambil dari enam titik strategis dengan mempertimbangkan sebaran inlet dan outlet pada area sekitar tanggul, yaitu sebelum dan sesudah outlet pembuangan, serta pada beberapa kolam inlet yang mengarah ke badan air utama. Hasil analisa menunjukkan bahwa konsentrasi tembaga (Cu) di seluruh titik berada di bawah ambang deteksi <0,09119 mg/L, namun melebihi baku mutu sebesar 0,02 mg/L. Kandungan besi (Fe) terlarut sangat bervariasi, dengan nilai tertinggi mencapai 8,82 mg/L (Outlet pembuangan (3)). Sementara itu, kandungan mangan (Mn) mencapai konsentrasi tertinggi sebesar 3,35 mg/L (Inlet (kolam) untuk outlet 1 dan 2).