Uji Toksisitas Limbah Pewarna Alami dan Sintetis pada Ikan Oreochromis niloticus


Date Published : 1 November 2025

Contributors

Adiya Intan Nabila

Author

Any Juliani

Co-author

Annisa Nur Lathifah

Co-author

Keywords

industri batik ikan nila limbah cair pewarna alami pewarna sintetis

Proceeding

Track

Paper Prosiding Seminar

License

Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL)

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Industri batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, kegiatan produksi batik menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama pada proses pelorodan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas limbah cair dari pewarna alami dan pewarna sintetis industri batik menggunakan metode Whole Effluent Toxicity (WET) dengan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan meliputi aklimatisasi ikan, uji pendahuluan, uji toksisitas yang dilakukan selama 96 jam. Pengujian dilakukan dengan variasi konsentrasi limbah untuk menentukan nilai LC50 (Lethal Concentration 50 %) dan TUa (Toxicity Unit acute). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai BOD5, COD, TSS, fenol, sulfida dan minyak lemak pada kedua jenis limbah melebihi batas baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah DIY No. 7 Tahun 2016. Sementara, pada parameter suhu, pH, amonia, dan krom total masih dalam batas baku mutu. Limbah pewarna alami menunjukkan nilai LC50 yaitu 0,9418 dibandingkan limbah pewarna sintetis yaitu 2,7748. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi parameter fisik dan kimia, maka semakin besar tingkat toksisitas terhadap organisme akuatik.

References

Apriyani, N. (2018). Industri batik: Kandungan limbah cair dan metode pengolahannya. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 3(1), 21–29.
Astuti, A., et al. (2020). Toksisitas limbah cair batik terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmu dan Teknologi Lingkungan, 12(1), 15–22.
Aziz, A., & Shafaee, M. (2020). Toksisitas mematikan hasil bi-sorpsi air limbah batik pada ikan nila (Oreochromis niloticus). International Journal of Environmental Science and Technology, 17(3), 1234–1240.
Budiyanto, B., et al. (2018). Pengaruh kadar sulfida dalam limbah cair batik terhadap kualitas air dan toksisitas pada ikan. Jurnal Lingkungan dan Sumber Daya Alam, 9(3), 201–208.
Darmawati, D., Aliyas, A., & Nurhayani, N. (n.d.). Gambaran darah ikan nila (Oreochromis niloticus) di Balai Benih Ikan Desa Lakatan Kecamatan Galang. Jurnal Biologi dan Lingkungan, 7(1), 45–52.
Dindasari, N. (2018). Uji toksisitas akut limbah industri batik Giriloyo terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan menggunakan reaktor anaerob–aerob. Jurnal Lingkungan dan Sumber Daya Alam, 9(1), 45–52.
Dhyanti, D. (2016). Toksisitas limbah cair pabrik batik terhadap mortalitas dan struktur histologik hepatopankreas pada ikan nila. Jurnal Ilmu dan Teknologi Lingkungan, 9(1), 15–22.
Environmental Protection Agency (EPA). (2002). Methods for measuring the acute toxicity of effluents and receiving waters to freshwater and marine organisms (5th ed.). U.S. Environmental Protection Agency, Office of Water.
Katheresan, K., et al. (2018). Toksisitas limbah cair pabrik batik terhadap mortalitas dan struktur histologik hepatopankreas pada ikan nila. Jurnal Ilmu dan Teknologi Lingkungan, 10(2), 123–130.
Lee, S., et al. (2020). Pengaruh limbah cair pewarna alami terhadap kualitas air dan toksisitas pada ikan. Jurnal Lingkungan dan Sumber Daya Alam, 11(1), 45–60.
Lestari, S., Sudarmadji, T., Tandjung, S. D., & Santosa, S. J. (2017). Lethal toxicity of batik wastewater bio-sorption results in tilapia (Oreochromis niloticus). Advanced Science Letters, 23(3), 2611–2613.
Megawati, M. (2015). Toksisitas limbah cair batik terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmu dan Teknologi Lingkungan, 7(2), 123–130.
Musbita Tyastuti, E., & Parama, O. A. (2016). Ekogenotoksisitas limbah cair batik dan efek antimutagenik Lemna minor terhadap eritrosit ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Biologi dan Lingkungan, 2(2), 67–75.
Mustikaning, N. (2016). Uji toksisitas letal Cr⁶⁺ terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Biologi dan Lingkungan, 8(2), 67–75.
Paryanto, P., et al. (2012). Pengaruh kadar sulfida dalam limbah cair batik terhadap kualitas air dan toksisitas pada ikan. Jurnal Lingkungan dan Sumber Daya Alam, 3(3), 201–208.
Pramudita, P. (2014). Toksisitas limbah cair pabrik batik terhadap mortalitas dan struktur histologik hepatopankreas pada ikan nila. Jurnal Lingkungan dan Sumber Daya Alam, 6(2), 123–130.
Purwaningsih, P. (2008). Pengaruh limbah cair pewarna alami terhadap kualitas air dan toksisitas pada ikan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Lingkungan, 2(2), 123–130.
Soemirat, S. (2009). Pengaruh kadar sulfida dalam limbah cair batik terhadap kualitas air dan toksisitas pada ikan. Jurnal Lingkungan dan Sumber Daya Alam, 2(3), 201–208.
Sucipto, S., & Prihartono, P. (2007). Toksisitas limbah cair pabrik batik terhadap mortalitas dan struktur histologik hepatopankreas pada ikan nila. Jurnal Ilmu dan Teknologi Lingkungan, 1(2), 123–130.
Tarigan, T. (2003). Pengaruh limbah cair pewarna alami terhadap kualitas air dan toksisitas pada ikan. Jurnal Lingkungan dan Sumber Daya Alam, 1(1), 45–60.

Downloads

How to Cite

Nabila, A. I., Juliani, A., & Lathifah, A. N. (2025). Uji Toksisitas Limbah Pewarna Alami dan Sintetis pada Ikan Oreochromis niloticus . Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL), 1, 179-188. https://conference.uii.ac.id/sntl/paper/view/199