Reduksi Gas Rumah Kaca (CH₄ dan CO₂) Melalui Teknologi Co-Pirolisis Sampah Organik dan Plastik: Review
Contributors
Dwi Agung Subroto
Supriyanto
Keywords
Proceeding
Track
Paper Prosiding Seminar
License
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK), khususnya metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2), menjadi faktor utama dalam fenomena perubahan iklim global. Salah satu kontributor signifikan emisi ini adalah pengelolaan limbah padat, terutama limbah organik dan plastik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi teknologi co-pirolisis dalam mereduksi emisi GRK berdasarkan hasil review sistematis dari berbagai studi. Penelusuran data dilakukan melalui studi literatur dengan pencarian menggunakan kata kunci seperti “co-pyrolysis”, “organic waste”, “plastic waste”, dan “greenhouse gas emissions”. Literatur yang dipilih difokuskan pada studi yang memuat data emisi CH4 dan CO2 dari proses pirolisis tunggal maupun co-pirolisis dengan variasi rasio campuran dan bahan baku. Jumlah literatur yang dianalisis sebanyak 35 jurnal yang diseleksi menggunakan pendekatan sistematis. Hasil sintesis data kuantitatif menunjukkan bahwa co-pirolisis terbukti efektif mereduksi GRK. Efisiensi reduksi CH4 rata-rata tertinggi tercapai hingga 42,6% (pada rasio 1:1) dan CO2 rata-rata 33,6%. Reduksi signifikan ini diperoleh dari efek sinergis di mana plastik berfungsi sebagai donor hidrogen yang menekan pembentukan CH4, serta menghasilkan biochar yang lebih stabil sebagai mekanisme kunci karbon (carbon lock). Secara keseluruhan, teknologi co-pirolisis memiliki prospek tinggi sebagai alternatif pengolahan limbah padat yang ramah lingkungan dan mendukung strategi mitigasi perubahan iklim melalui optimalisasi parameter proses.