Abdillah, R., & Indra, M. (2024). Pengaruh sifat fisik perekat terhadap kualitas briket biomassa. Jurnal Energi Terbarukan, 5(2), 22–29.
Adam, A., Rahmat, A., & Darnita. (2023). Karakteristik briket dari limbah organik dengan variasi perekat. Jurnal Teknik Lingkungan, 8(1), 14–21.
Afna, R., Yanti, L., & Wulandari, T. (2021). Pemanfaatan limbah sagu sebagai bahan bakar alternatif. Jurnal Energi dan Lingkungan, 7(2), 90–98.
Arhamsyah, M. (2010). Teknologi pembriketan untuk pemanfaatan energi biomassa. Jurnal Energi Alternatif, 2(1), 11–17.
Arifin, Z., Putri, A. D., & Susanto, H. (2019). Kajian pembuatan briket dari limbah sagu. Jurnal Teknologi Lingkungan, 20(3), 167–172.
Basu, P. (2010). Biomass gasification and pyrolysis: Practical design and theory. Elsevier.
Cholilie, I. A., & Larinda, L. (2021). Pengaruh variasi jenis perekat terhadap kualitas biobriket. Agro Bali: Agricultural Journal, 4(3), 391–402.
Daniel, M. (2023). Pengaruh variasi komposisi bahan baku briket dari limbah kulit batang dan ampas sagu terhadap kualitas dan emisi gas buang [Skripsi, Universitas Riau].
Demisu, D. G., & Muluye, A. B. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas dan kinerja biobriket dari biomassa. International Journal of Energy and Water Resources, 1–14.
Departemen Teknik Lingkungan Universitas Andalas. (2024). Hasil pengukuran konsentrasi gas CO dan NO₂. Laboratorium Pengujian Kualitas Udara.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2023). Statistik Perkebunan Indonesia: Komoditas Sagu 2022–2023. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Djafar, Z., Suluh, S., Amaliyah, N., & Piarah, W. H. (2022). Perbandingan kinerja kompor briket terhadap material dinding tungku. International Journal of Design & Nature and Ecodynamics, 17(1), 145–149.
Faijah, M., Ismail, F., & Supriyanto, B. (2020). Pengaruh variasi perekat terhadap karakteristik briket arang. Jurnal Rekayasa Mesin, 8(1), 23–28.
Grace, E., & Henry, J. (2020). Ash content influence on biomass briquette combustion. Renewable Fuel Journal, 10(2), 45–52.
Hadi, S., & Nurjaman, F. (2017). Studi kualitas udara dalam ruang: Pendekatan gas CO dan NO₂. Jurnal Teknik Lingkungan, 11(2), 93–100.
Karamoy, A. R. (2019). Studi kualitas abu dalam briket bioenergi. Jurnal Energi Tropis, 9(2), 100–107.
Kersten, W., Mallett, A., & Lambe, F. (2017). Clean and efficient cooking: Gasifier stove performance. Energy for Sustainable Development, 42, 87–95.
Khlifi, R., Nasrallah, M. N., & Bouzid, M. (2019). Incomplete combustion of biomass in gasification stoves. Journal of Environmental Science, 17(4), 200–207.
Maryono, S., Sudding, & Rahmawati. (2013). Pembuatan dan analisis mutu briket arang tempurung kelapa. Jurnal Chemical, 14(1), 74–83.
Miharja, M. H. J. (2016). Analisis proksimat briket bioarang. Teknoin, 5(1), 15–21.
Mulyati, M. (2016). Analisis tekno-ekonomi briket dari sampah daun kering. Teknoin, 22(7), 505–513.
Nurhayati, A., Permadi, D. A., & Marganingrum, D. (2020). Studi emisi gas dari co-firing briket dan batubara. Jurnal Teknologi, 23, 1–11.
Pane, I., et al. (2014). Pengembangan kompor gasifikasi arang biomassa tipe natural draft gasification. Balai Besar Pulp dan Kertas.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Udara dalam Ruang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pradana, A. Y. (2018). Konversi konsentrasi gas NO₂ dari ppm ke µg/m³. Jurnal Fisika dan Lingkungan, 6(2), 34–41.
Qanitah, M., Rusyidi, I., & Santoso, W. (2023). Pengaruh parameter proksimat terhadap nilai kalor briket. Jurnal Energi Alternatif, 12(1), 67–75.
Qi, X., Zhao, Y., & Lin, L. (2021). Effect of temperature on NO₂ formation in biomass combustion. Journal of Cleaner Combustion, 8(1), 101–110.
Ristianingsih, R., Widyastuti, S., & Kurniawan, A. (2015). Kualitas briket ampas tebu dan tempurung kelapa. Jurnal Teknologi Energi, 10(3), 201–209.
Widodo, S., Amin, M. M., Sutrisman, A., & Putra, A. A. (2017). Rancang bangun alat monitoring gas CO dan NO₂ dalam ruangan. Pseudocode, 4(2), 105–119.
Zahra, H. (2022). Analisis emisi gas karbon monoksida (CO) dari aktivitas pembakaran briket ampas sagu dengan variasi bentuk briket [Skripsi, Universitas Riau].