Optimasi Konsentrasi Gellan Gum untuk Meningkatkan Ketahanan dan Viabilitas Isolat Bakteri selama Penyimpanan
Contributors
Annisa Nur Lathifah
Diah Ayu Prawitasari
Gilang Achmad Syafi'i
Keywords
Proceeding
Track
Paper Prosiding Seminar
License
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Mikroorganisme memiliki peran penting dalam berbagai bidang, seperti bioteknologi, lingkungan, dan industri pangan. Salah satu tantangan dalam pemanfaatannya adalah menjaga viabilitas isolat bakteri selama penyimpanan tanpa mengubah sifat fisiologis maupun genetiknya. Teknik penyimpanan jangka pendek masih banyak bergantung pada pemindahan rutin ke media baru, sedangkan metode jangka panjang seperti kering beku dan kriopreservasi membutuhkan peralatan khusus yang tidak selalu tersedia. Gellan gum, sebagai ekspolisakarida yang diproduksi oleh Sphingomonas adalah salah satu polimer yang paling banyak digunakan karena sifatnya yang serbaguna dan merupakan biomaterial berbiaya rendah dengan kualitas reproduktif yang tinggi, serta memiliki daya optimal untuk menghambat sineresis sehingga stabilitas gel dapat terjaga dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi gellan gum terhadap viabilitas isolat bakteri selama penyimpanan, dan menentukan konsentrasi gellan gum yang paling optimal. Empat isolat bakteri (Arthrobacter aurescens (BR 13), Arthrobacter aurescens (BR 35), Rhizobacter fulvus (BR 47), dan Alsobacter metallidurans (BRU 50)) diinokulasikan ke dalam media minimal DNB (Dilute Nutrient Broth) + gellan gum dengan konsentrasi 1% dan 2%, lalu diinkubasi selama satu bulan pada suhu 30°C. Selama masa inkubasi berlangsung, viabilitas diamati pada hari ke-7 dan ke-23 menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 2% lebih efektif mempertahankan viabilitas seluruh isolat dibandingkan konsentrasi 1% yang hanya mendukung pertumbuhan BR 47. Nilai TPC tertinggi ditemukan pada BR 13 sebesar 2 x 10^9 CFU/mL. Dengan demikian, gellan gum dengan konsentrasi 2% dapat menjadi alternatif media penyimpanan yang efektif dalam menjaga kelangsungan hidup dan pertumbuhan isolat bakteri selama penyimpanan.