Optimasi Konsentrasi Gellan Gum untuk Meningkatkan Ketahanan dan Viabilitas Isolat Bakteri selama Penyimpanan


Date Published : 1 November 2025

Contributors

Annisa Nur Lathifah

Co-author

Diah Ayu Prawitasari

Co-author

Gilang Achmad Syafi'i

Author

Keywords

Gellan Gum Total Plate Count Viabilitas Bakteri

Proceeding

Track

Paper Prosiding Seminar

License

Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL)

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Mikroorganisme memiliki peran penting dalam berbagai bidang, seperti bioteknologi, lingkungan, dan industri pangan. Salah satu tantangan dalam pemanfaatannya adalah menjaga viabilitas isolat bakteri selama penyimpanan tanpa mengubah sifat fisiologis maupun genetiknya. Teknik penyimpanan jangka pendek masih banyak bergantung pada pemindahan rutin ke media baru, sedangkan metode jangka panjang seperti kering beku dan kriopreservasi membutuhkan peralatan khusus yang tidak selalu tersedia. Gellan gum, sebagai ekspolisakarida yang diproduksi oleh Sphingomonas adalah salah satu polimer yang paling banyak digunakan karena sifatnya yang serbaguna dan merupakan biomaterial berbiaya rendah dengan kualitas reproduktif yang tinggi, serta memiliki daya optimal untuk menghambat sineresis sehingga stabilitas gel dapat terjaga dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi gellan gum terhadap viabilitas isolat bakteri selama penyimpanan, dan menentukan konsentrasi gellan gum yang paling optimal. Empat isolat bakteri (Arthrobacter aurescens (BR 13), Arthrobacter aurescens (BR 35), Rhizobacter fulvus (BR 47), dan Alsobacter metallidurans (BRU 50)) diinokulasikan ke dalam media minimal DNB (Dilute Nutrient Broth) + gellan gum dengan konsentrasi 1% dan 2%, lalu diinkubasi selama satu bulan pada suhu 30°C. Selama masa inkubasi berlangsung, viabilitas diamati pada hari ke-7 dan ke-23 menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 2% lebih efektif mempertahankan viabilitas seluruh isolat dibandingkan konsentrasi 1% yang hanya mendukung pertumbuhan BR 47. Nilai TPC tertinggi ditemukan pada BR 13 sebesar 2 x 10^9 CFU/mL. Dengan demikian, gellan gum dengan konsentrasi 2% dapat menjadi alternatif media penyimpanan yang efektif dalam menjaga kelangsungan hidup dan pertumbuhan isolat bakteri selama penyimpanan.

References

Abdl Aali, R. A. K., & Al-Sahlany, S. T. G. (2024). Gellan gum as a unique microbial polysaccharide: Its characteristics, synthesis, and current application trends. Gels, 10(3), Article 183. https://doi.org/10.3390/gels10030183
Agustina, N., Asih, E. N. N., & Kartika, A. G. D. (2022). Jenis Gram dan morfologi koloni bakteri air baku garam. Jurnal Ilmu Kelautan Lesser Sunda, 2(1). https://doi.org/10.29303/jikls.v2i1.44
Ajam, A., Huang, Y., Islam, M. S., Kilian, K. A., & Kruzic, J. J. (2024). Mechanical and biological behavior of double network hydrogels reinforced with alginate versus gellan gum. Journal of the Mechanical Behavior of Biomedical Materials, 157, Article 106642. https://doi.org/10.1016/j.jmbbm.2024.106642
Balíková, K., Farkas, B., Matúš, P., & Urík, M. (2022). Prospects of biogenic xanthan and gellan in removal of heavy metals from contaminated waters. Polymers, 14(23), Article 5326. https://doi.org/10.3390/polym14235326
Bao, Z., Sato, Y., Fujimura, R., & Ohta, H. (2014). Alsobacter metallidurans gen. nov., sp. nov., a thallium-tolerant soil bacterium in the order Rhizobiales. International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology, 64(3), 891–897. https://doi.org/10.1099/ijs.0.054783-0
Fariani, R., Lambung Mangkurat University, & Laboratorium Anatomi dan Fisiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. (2021). Perbandingan teknik penyimpanan menggunakan medium yang berbeda terhadap viabilitas kapang Colletotrichum capsici dan Prycularia oryzae. Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan.
Fatayati, I., Cita Amanda, A., Nurhayati, E., Djohan, H., Sutriswanto, & Kartika Komara, N. (2023). Gambaran cemaran mikroba terhadap masa simpan dan kebersihan penyimpanan telur ayam ras.
Huang, J., Jiang, S., Xu, X., Wu, H., Zhu, X., Ke, Z., Cai, J., Huang, L., & Xu, Z. (2012). Effects of carbon/nitrogen ratio, dissolved oxygen and impeller type on gellan gum production in Sphingomonas paucimobilis. Annals of Microbiology, 62(1), 211–218. https://doi.org/10.1007/s13213-011-0261-2
Janssen, P. H., Yates, P. S., Grinton, B. E., Taylor, P. M., & Sait, M. (2002). Improved culturability of soil bacteria and isolation in pure culture of novel members of the divisions Acidobacteria, Actinobacteria, Proteobacteria, and Verrucomicrobia. Applied and Environmental Microbiology, 68(5), 2391–2396. https://doi.org/10.1128/AEM.68.5.2391-2396.2002
Khusnuryani, A., Martani, E., Wibawa, T., & Widada, J. (2015). Karakterisasi bakteri pendegradasi fenol dan pembentuk biofilm dari sumber alami dan artifisial. Kaunia: Jurnal Sains dan Teknologi, 11, 40–50.
Machmud, M. (2001). Teknik penyimpanan dan pemeliharaan mikroba. Jurnal Mikrobiologi, 4, 24–32.
Mages, I. S., Frodl, R., Bernard, K. A., & Funke, G. (2008). Identities of Arthrobacter spp. and Arthrobacter-like bacteria encountered in human clinical specimens. Journal of Clinical Microbiology, 46(9), 2984–2989. https://doi.org/10.1128/JCM.00658-08
Madigan, M. T., Martinko, J. M., Stahl, D. A., & Clark, D. P. (2012). Brock biology of microorganisms (13th ed.). Pearson.
Moyes, R. B., Reynolds, J., & Breakwell, D. P. (2009). Differential staining of bacteria: Gram stain. In Current Protocols in Microbiology (Suppl. 15). https://doi.org/10.1002/9780471729259.mca03cs15
Muliadi, F. N. A., Halmi, M. I. E., Wahid, S. B. A., Gani, S. S. A., Mahmud, K., & Shukor, M. Y. A. (2021). Immobilization of metanil yellow decolorizing mixed culture FN3 using gelling gum as matrix for bioremediation application. Sustainability, 13(1), Article 36. https://doi.org/10.3390/su13010036
Munch, M. (2024). Discovery and characterization of novel gellan gum degrading bacteria and enzymes. Biotechnology Journal.
Prasetyo, A. D., & Sari, D. H. (2021). Pengantar bioteknologi. Guepedia.
Sousa, A. M., Machado, I., Nicolau, A., & Pereira, M. O. (2013). Improvements on colony morphology identification towards bacterial profiling. Journal of Microbiological Methods, 95(3), 327–334. https://doi.org/10.1016/j.mimet.2013.09.020
Sukumar, S., Arockiasamy, S., & Moothona, M. C. (2021). Optimization of cultural conditions of gellan gum production from recombinant Sphingomonas paucimobilis ATCC 31461 and its characterization. Journal of Applied Biology and Biotechnology, 9(1), 8–14. https://doi.org/10.7324/JABB.2021.9108
Suzuki, S. (2001). Establishment and use of gellan gum media for selective isolation and distribution survey of specific rare actinomycetes. Actinomycetologica, 15(1), 55–61. https://doi.org/10.3209/saj.15_55
Rahmah, W. N., Sartika, F., & Madureni, Y. E. S. (2023). Identifikasi bakteri pada nutrient agar plate di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.
Suryani, Y. (2022). Fisiologi mikroorganisme. Guepedia.
Yoon, M. H., Ten, L. N., Im, W. T., & Lee, S. T. (2007). Methylibium fulvum sp. nov., a member of the Betaproteobacteria isolated from ginseng field soil, and emended description of the genus Methylibium. International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology, 57, 2062–2066. https://doi.org/10.1099/ijs.0.64909-0
Zur, J., Wojcieszyńska, D., & Guzik, U. (2016). Metabolic responses of bacterial cells to immobilization. Molecules, 21(7), Article 958. https://doi.org/10.3390/molecules21070958

Downloads

How to Cite

Annisa Nur Lathifah, A. N. L., Prawitasari, D. A., & Syafi’i, G. A. (2025). Optimasi Konsentrasi Gellan Gum untuk Meningkatkan Ketahanan dan Viabilitas Isolat Bakteri selama Penyimpanan. Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL), 1, 059-070. https://conference.uii.ac.id/sntl/paper/view/88