Efektivitas Proses MBBR (Moving Bed Biofilm Reactor) Menggunakan Media Paranet Berlapis PVA Gel dalam Menurunkan Polutan Organik dan Amonia dari Air Limbah Domestik


Date Published : 1 November 2025

Contributors

Sabina Zagad Aryani

Author

Putri Anggun Sari

Co-author

Martin Darmasetiawan

Co-author

Azhar Firdaus

Co-author

Tyas Ismi Trialfhianty

Co-author

Keywords

air limbah domestik Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) paranet polyvinyl alcohol (PVA) gel nitrifikasi waktu tinggal hidraulik (HRT)

Proceeding

Track

Paper Prosiding Seminar

License

Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL)

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Air limbah domestik merupakan salah satu sumber pencemar utama yang berdampak negative terhadap lingkungan akibat tingginya kandungan bahan organik dan amonia. Pengolahan biologis menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) menjadi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media paranet 75% yang dilapisi polyvinyl alcohol (PVA) gel dalam sistem MBBR untuk menurunkan konsentrasi amonia dari air limbah domestik. Reaktor dioperasikan secara aerob dengan variasi volume media (20%, 40%, dan 60%) serta waktu tinggal hidraulik (Hydraulic Retention Time/HRT) selama 6, 12, dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media paranet berlapis PVA gel menghasilkan efisiensi penurunan ammonia tertinggi sebesar 99,40%, setara dengan penurunan konsentrasi 33,847 mg/L dari nilai awal 34,05 mg/L. Sebagai pembanding, media tanpa pelapisan PVA gel mencapai efisiensi maksimal sebesar 98,83%. Peningkatan volume media dan HRT terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi proses nitrifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa media paranet berlapis PVA gel mampu meningkatkan performa biologis sistem MBBR dan berpotensi diterapkan sebagai teknologi pengolahan air limbah yang efisien, murah, dan ramah lingkungan. Untuk mendukung penerapan dalam skala lebih luas, diperlukan penelitian lanjutan pada kondisi operasional yang lebih kompleks, termasuk beban pencemar fluktuatif, keberadaan polutan lain, serta evaluasi efektivitas jangka panjang dan aspek keekonomian sistem. Konsentrasi 2% dapat menjadi alternatif media penyimpanan yang efektif dalam menjaga kelangsungan hidup dan pertumbuhan isolat bakteri selama penyimpanan.

References

Alisa, N., & Purnomo, Y. S. (2020). Penurunan kandungan polutan pada air limbah industri tempe menggunakan moving bed biofilm reactor (MBBR). EnviroUS, 1(1), 42–47.
Astuti, U. P., & Rahmadnegara, M. (2021). Analisis efisiensi removal MBBR dalam mengolah air limbah domestik. Jurnal Teknologi Lingkungan.
Dickdoyo, A. T., & Cahyonugroho, H. (2021). Pengolahan limbah domestik rumah makan dengan moving bed biofilm reactor (MBBR). Jurnal Teknologi Lingkungan.
Kusuma, D. A., Fitria, L., & Kadaria, U. (2019). Pengolahan limbah laundry dengan metode moving bed biofilm reactor (MBBR). Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 2(1), 15–22.
Lestari, D. S., & Rohaeni, A. Y. (2020). Evaluasi kinerja IPAL domestik MBBR untuk mengurangi tingkat pencemaran air di Waduk “X”, Jakarta. Jurnal Air dan Lingkungan.
Pamungkas, L. A. S., & Rosariawari, F. (2024). Penurunan amonia pada air limbah domestik menggunakan moving bed biofilm reactor (MBBR) dengan penambahan mikroalga Chlorella sp. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil, 8(2), 221–229.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Pratiwi, S. T. (2008). Mikrobiologi farmasi. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.
Ramadhanti, Z. L., & Purnomo, Y. S. (2020). Penurunan kadar BOD, TSS dan NH₃-N pada air limbah rumah potong hewan dengan menggunakan moving bed biofilm reactor (MBBR). EnviroUS, 2(1), 55–62.
Said, N. I., & Santoso, T. I. (2015). Penghilangan polutan organik dan padatan tersuspensi di dalam air limbah domestik dengan proses moving bed biofilm reactor (MBBR). Jurnal Air Indonesia, 8(1), 245–250.
Sukumar, S., Arockiasamy, S., & Moothona, M. C. (2021). Optimization of cultural conditions of gellan gum production from recombinant Sphingomonas paucimobilis ATCC 31461 and its characterization. Journal of Applied Biology and Biotechnology, 9(1), 8–14. https://doi.org/10.7324/JABB.2021.9108
Suzuki, S. (2001). Establishment and use of gellan gum media for selective isolation and distribution survey of specific rare actinomycetes. Actinomycetologica, 15(1), 55–61. https://doi.org/10.3209/saj.15_55
Rahmah, W. N., Sartika, F., & Madureni, Y. E. S. (2023). Identifikasi bakteri pada nutrient agar plate di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Jurnal Mikrobiologi Terapan, 5(2), 33–40.*
Suryani, Y. (2022). Fisiologi mikroorganisme. Guepedia.
Yoon, M. H., Ten, L. N., Im, W. T., & Lee, S. T. (2007). Methylibium fulvum sp. nov., a member of the Betaproteobacteria isolated from ginseng field soil, and emended description of the genus Methylibium. International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology, 57, 2062–2066. https://doi.org/10.1099/ijs.0.64909-0
Zur, J., Wojcieszyńska, D., & Guzik, U. (2016). Metabolic responses of bacterial cells to immobilization. Molecules, 21(7), Article 958. https://doi.org/10.3390/molecules21070958

Downloads

How to Cite

Aryani, S. Z., Sari, P. A., Darmasetiawan, M., Firdaus, A., & Trialfhianty, T. I. (2025). Efektivitas Proses MBBR (Moving Bed Biofilm Reactor) Menggunakan Media Paranet Berlapis PVA Gel dalam Menurunkan Polutan Organik dan Amonia dari Air Limbah Domestik. Seminar Nasional Teknik Lingkungan (SNTL), 1, 071-083. https://conference.uii.ac.id/sntl/paper/view/90